HOME
Home » Artikel » Syarat Pengajuan Pinjaman Pegadaian: Panduan Lengkap untuk Mendapatkan Dana

Syarat Pengajuan Pinjaman Pegadaian: Panduan Lengkap untuk Mendapatkan Dana

Posted at June 10th, 2024 | Categorised in Artikel

Butuh dana cepat? Pinjaman pegadaian menawarkan solusi praktis dengan jaminan barang berharga Anda. Namun, sebelum mengajukan pinjaman, penting untuk memahami syarat pengajuan pinjaman pegadaian secara detail.

Artikel ini akan memandu Anda melalui segala hal yang perlu Anda ketahui tentang syarat pengajuan pinjaman pegadaian, mulai dari jenis agunan yang diterima hingga proses pencairan dana. Dengan memahami persyaratan ini, Anda dapat meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan pinjaman yang Anda butuhkan.

– Jelaskan secara rinci jenis-jenis agunan yang dapat diterima di pegadaian

Saat mengajukan pinjaman di pegadaian, nasabah perlu menyerahkan agunan sebagai jaminan. Jenis-jenis agunan yang dapat diterima di pegadaian cukup beragam, meliputi:

Emas

  • Emas batangan
  • Emas perhiasan
  • Emas koin

Kendaraan Bermotor

  • Motor
  • Mobil
  • Truk

Elektronik

  • Laptop
  • Smartphone
  • Kamera

Sertifikat

  • Sertifikat tanah
  • Sertifikat rumah
  • Sertifikat kendaraan bermotor

Perhiasan

  • Berlian
  • Perak
  • Batu mulia

Jenis Pinjaman yang Tersedia

Pegadaian menyediakan beragam jenis pinjaman untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah. Pinjaman-pinjaman ini dapat dikategorikan berdasarkan jenis agunan yang digunakan dan tujuan penggunaannya.

Pinjaman Gadai

Pinjaman gadai adalah pinjaman yang diberikan dengan jaminan berupa barang berharga, seperti emas, perhiasan, atau kendaraan. Barang yang dijadikan jaminan akan disimpan oleh pegadaian sebagai bentuk pengamanan selama masa pinjaman.

Pinjaman Non-Gadai

Pinjaman non-gadai adalah pinjaman yang diberikan tanpa memerlukan jaminan fisik. Jenis pinjaman ini biasanya memiliki suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan pinjaman gadai karena tingkat risikonya yang lebih besar bagi pegadaian.

Pinjaman dengan Agunan

  • Pinjaman Emas:Pinjaman yang dijamin dengan emas sebagai agunan.
  • Pinjaman Perhiasan:Pinjaman yang dijamin dengan perhiasan sebagai agunan.
  • Pinjaman Kendaraan:Pinjaman yang dijamin dengan kendaraan bermotor sebagai agunan.

Pinjaman Tanpa Agunan

  • Pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR):Pinjaman yang diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah tanpa memerlukan agunan.
  • Pinjaman Modal Kerja:Pinjaman yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja usaha tanpa memerlukan agunan.
  • Pinjaman Multiguna:Pinjaman yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan tanpa memerlukan agunan.

Agunan yang Diterima

Pegacauan menerima beragam jenis agunan untuk menjamin pinjaman. Agunan ini berfungsi sebagai jaminan bagi pegadaian bahwa peminjam akan melunasi utangnya. Kriteria penilaian agunan meliputi nilai pasar, kondisi, dan kepemilikan yang jelas.

Jenis Agunan

  • Emas (perhiasan, batangan)
  • Perak (perhiasan, batangan)
  • Elektronik (laptop, ponsel, kamera)
  • Kendaraan (motor, mobil)
  • Sertifikat (BPKB, BPKB, emas)

Contoh Agunan Umum

Beberapa contoh agunan yang umum digunakan antara lain:

  • Kalung emas dengan kadar 75%
  • Laptop dengan kondisi baik dan kelengkapan aksesoris
  • Motor bebek dengan surat-surat lengkap
  • Sertifikat tanah dengan luas 100 meter persegi

Proses Pengajuan Pinjaman

Proses pengajuan pinjaman pegadaian umumnya terdiri dari beberapa langkah berikut:

Persyaratan Penilaian Agunan

Agunan yang dijaminkan akan dinilai oleh petugas pegadaian untuk menentukan nilai taksiran dan jumlah pinjaman yang dapat diberikan. Persyaratan penilaian agunan meliputi:

  • Kepemilikan yang jelas dan sah atas agunan
  • Kondisi fisik agunan yang baik dan layak jual
  • Nilai pasar agunan yang memadai
  • Jenis agunan yang diterima oleh pegadaian

Pencairan Dana Pinjaman

Setelah agunan dinilai dan disetujui, dana pinjaman akan dicairkan kepada peminjam. Cara pencairan dana dapat bervariasi tergantung pada kebijakan pegadaian, yaitu:

  • Tunai
  • Transfer bank
  • Voucher

Peminjam akan menerima bukti pinjaman yang berisi informasi tentang jumlah pinjaman, jangka waktu, dan biaya yang dikenakan.

Bunga dan Biaya

Pinjaman pegadaian membebankan bunga dan biaya tertentu yang perlu Anda ketahui sebelum mengajukan pinjaman. Besarnya bunga dan biaya ini bervariasi tergantung pada beberapa faktor.

Suku Bunga

Suku bunga pinjaman pegadaian biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan pinjaman bank. Hal ini karena pegadaian memberikan pinjaman dengan jaminan barang, sehingga risiko kreditnya lebih rendah.

Biaya Tambahan

Selain suku bunga, Anda juga perlu membayar biaya-biaya tambahan, seperti:

  • Biaya administrasi: Biaya yang dikenakan untuk memproses pengajuan pinjaman.
  • Biaya penyimpanan: Biaya yang dikenakan untuk menyimpan barang jaminan selama masa pinjaman.
  • Biaya lelang: Biaya yang dikenakan jika barang jaminan dilelang karena nasabah tidak dapat melunasi pinjaman.

Faktor yang Mempengaruhi Bunga dan Biaya

Besarnya bunga dan biaya pinjaman pegadaian dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Jenis barang jaminan: Barang jaminan yang memiliki nilai tinggi biasanya dikenakan bunga dan biaya yang lebih rendah.
  • Nilai barang jaminan: Semakin tinggi nilai barang jaminan, semakin rendah bunga dan biaya yang dikenakan.
  • Jangka waktu pinjaman: Pinjaman dengan jangka waktu yang lebih lama biasanya dikenakan bunga dan biaya yang lebih tinggi.
  • Riwayat kredit nasabah: Nasabah dengan riwayat kredit yang baik biasanya dikenakan bunga dan biaya yang lebih rendah.

6. Tenor Pinjaman

Tenor pinjaman mengacu pada jangka waktu di mana nasabah melunasi utangnya di pegadaian. Pemahaman tentang tenor pinjaman sangat penting untuk menentukan besaran bunga dan biaya administrasi yang harus dibayar.

Pertimbangan Menentukan Tenor Pinjaman

  • Tingkat Bunga: Tenor pinjaman yang lebih panjang umumnya memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi.
  • Kemampuan Finansial: Nasabah perlu mempertimbangkan kemampuan finansialnya dalam membayar cicilan pinjaman setiap bulannya.
  • Kebutuhan Mendesak: Nasabah harus mempertimbangkan tingkat kebutuhan dana dan seberapa mendesak dana tersebut dibutuhkan.

Tenor Pinjaman Umum

  • 1 Bulan
  • 3 Bulan
  • 6 Bulan
  • 1 Tahun

Perpanjangan Tenor Pinjaman

Jika nasabah tidak dapat melunasi pinjaman tepat waktu, pegadaian biasanya menawarkan opsi perpanjangan tenor pinjaman. Namun, perpanjangan tenor ini biasanya dikenakan biaya tambahan.

Cara Pembayaran

Melunasi pinjaman pegadaian Anda itu mudah dan fleksibel. Tersedia berbagai metode pembayaran untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Metode Pembayaran, Syarat pengajuan pinjaman pegadaian

  • Transfer Bank:Transfer dana dari rekening bank Anda ke rekening pegadaian.
  • Tunai:Bayar langsung di kantor pegadaian dengan uang tunai.
  • Kartu Kredit:Beberapa pegadaian menerima pembayaran melalui kartu kredit, meskipun mungkin dikenakan biaya tambahan.

Prosedur Pembayaran Angsuran

Tanggal jatuh tempo angsuran Anda akan tertera pada perjanjian pinjaman. Pembayaran dapat dilakukan melalui metode apa pun yang disebutkan di atas.

Konsekuensi Keterlambatan Pembayaran

Keterlambatan pembayaran dapat mengakibatkan denda dan penurunan skor kredit Anda. Pegadaian dapat mengambil tindakan hukum untuk menagih utang yang belum dibayar.

Tabel Metode Pembayaran

Metode Pembayaran Tanggal Jatuh Tempo Konsekuensi Keterlambatan
Transfer Bank [Tanggal Jatuh Tempo] Denda dan penurunan skor kredit
Tunai [Tanggal Jatuh Tempo] Denda dan penurunan skor kredit
Kartu Kredit [Tanggal Jatuh Tempo] Denda dan penurunan skor kredit, serta biaya tambahan

“Pembayaran tepat waktu sangat penting untuk menjaga kesehatan keuangan Anda dan menghindari biaya tambahan,” kata perwakilan layanan pelanggan pegadaian.

Informasi Lebih Lanjut

Cara Pembayaran

Resiko dan Konsekuensi

Pinjaman pegadaian memang menawarkan kemudahan akses dana, namun perlu diingat bahwa ada risiko dan konsekuensi yang menyertainya. Kegagalan dalam memenuhi kewajiban pembayaran dapat berujung pada penyitaan agunan yang telah dijaminkan.

Untuk menghindari risiko dan konsekuensi negatif, penting untuk memahami hal-hal berikut:

Resiko Gagal Bayar

  • Penyitaan agunan: Jika Anda gagal membayar pinjaman, pegadaian berhak menyita dan menjual agunan yang telah dijaminkan untuk menutupi utang Anda.
  • Kerugian finansial: Penyitaan agunan dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan, terutama jika nilai agunan melebihi jumlah pinjaman yang tersisa.
  • Dampak negatif pada riwayat kredit: Gagal bayar pinjaman pegadaian dapat berdampak negatif pada riwayat kredit Anda, sehingga mempersulit Anda untuk mendapatkan pinjaman di masa mendatang.

Tips Menghindari Risiko

  • Pinjam hanya sesuai kebutuhan: Jangan meminjam lebih dari yang Anda mampu bayar.
  • Buat anggaran yang realistis: Pastikan Anda memiliki anggaran yang realistis dan dapat memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman.
  • Pertimbangkan sumber pendanaan alternatif: Jelajahi sumber pendanaan alternatif, seperti pinjaman pribadi atau pinjaman dari teman dan keluarga, sebelum mempertimbangkan pinjaman pegadaian.

Kutipan Ahli

“Menghindari risiko pinjaman pegadaian sangat penting. Gagal bayar dapat berdampak negatif pada keuangan dan riwayat kredit Anda,”

Sarah Wilson, Ahli Keuangan.

Mengajukan pinjaman pegadaian memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi. Nah, kalau kamu butuh dana cepat tanpa jaminan, ada juga pinjaman KTA Permata Payroll yang punya syarat pengajuan khusus. Cukup pastikan kamu memenuhi syarat pengajuan kta permata payroll seperti menjadi karyawan tetap dengan minimal masa kerja 1 tahun, punya penghasilan tetap, dan berusia minimal 21 tahun.

Kembali lagi ke pinjaman pegadaian, pastikan juga kamu membawa barang berharga sebagai jaminan dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

Contoh Nyata

Dalam sebuah kasus nyata, seorang individu meminjam uang dari pegadaian dengan menjaminkan mobilnya. Karena gagal membayar pinjaman, mobilnya disita dan dijual. Individu tersebut tidak hanya kehilangan mobilnya, tetapi juga mengalami kerugian finansial yang signifikan karena nilai mobilnya melebihi jumlah pinjaman yang tersisa.

9. Keunggulan dan Kelemahan: Syarat Pengajuan Pinjaman Pegadaian

Pinjaman pegadaian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan sebelum mengajukan pinjaman.

Kelebihan

  • Kemudahan akses:Pinjaman pegadaian mudah diakses dan tersedia di banyak lokasi.
  • Fleksibilitas:Pinjaman pegadaian menawarkan fleksibilitas dalam jumlah pinjaman dan jangka waktu.
  • Tidak perlu agunan tambahan:Pinjaman pegadaian menggunakan barang berharga sebagai jaminan, sehingga tidak memerlukan agunan tambahan.
  • Proses cepat:Proses pengajuan pinjaman pegadaian biasanya cepat dan mudah.

Kekurangan

  • Suku bunga tinggi:Pinjaman pegadaian umumnya memiliki suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan jenis pinjaman lainnya.
  • Resiko penyitaan:Jika peminjam gagal membayar pinjaman, barang yang digadaikan dapat disita dan dilelang.
  • Biaya tambahan:Pinjaman pegadaian dapat dikenakan biaya tambahan, seperti biaya administrasi dan biaya penyimpanan.

Alternatif Pinjaman

Selain pegadaian, terdapat alternatif pinjaman yang dapat dipertimbangkan. Alternatif ini memiliki perbedaan dan persamaan dengan pegadaian, serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Jenis Alternatif Pinjaman

  • Pinjaman bank
  • Pinjaman online
  • Pinjaman koperasi
  • Pinjaman peer-to-peer (P2P)

Proses Pengajuan dan Persetujuan Pinjaman

Proses pengajuan dan persetujuan pinjaman berbeda-beda tergantung pada jenis alternatif pinjaman. Secara umum, prosesnya meliputi:

  • Mengajukan permohonan
  • Melengkapi dokumen yang diperlukan
  • Menunggu proses verifikasi
  • Mendapatkan persetujuan
  • Menerima dana pinjaman

Risiko dan Manfaat Alternatif Pinjaman

Setiap alternatif pinjaman memiliki risiko dan manfaat yang berbeda-beda. Berikut beberapa pertimbangan:

Risiko

  • Tingkat bunga yang tinggi
  • Denda keterlambatan
  • Biaya tambahan

Manfaat

  • Proses yang lebih cepat
  • Tidak memerlukan jaminan
  • Fleksibel dalam jumlah pinjaman

Perbandingan Alternatif Pinjaman dengan Pegadaian

Pegadaian Alternatif Pinjaman
Jaminan Ya Tidak (sebagian besar)
Proses Relatif cepat Bervariasi tergantung jenis
Tingkat bunga Relatif rendah Bervariasi, umumnya lebih tinggi

Kesimpulan

Alternatif pinjaman menawarkan pilihan yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan finansial. Namun, penting untuk mempertimbangkan perbedaan, persamaan, risiko, dan manfaat dari masing-masing alternatif sebelum membuat keputusan.

Tips Mengajukan Pinjaman

Untuk meningkatkan peluang disetujui pinjaman pegadaian, ikuti beberapa tips berikut:

Persiapkan dokumen yang diperlukan, seperti kartu identitas, bukti penghasilan, dan dokumen kepemilikan barang jaminan.

Pilih barang jaminan yang nilainya tinggi dan mudah dicairkan.

Bernegosiasi suku bunga dan biaya dengan pegadaian. Bandingkan penawaran dari beberapa pegadaian untuk mendapatkan yang terbaik.

Dokumen yang Diperlukan

  • Kartu identitas (KTP/SIM)
  • Bukti penghasilan (slip gaji/rekening koran)
  • Dokumen kepemilikan barang jaminan (BPKB/sertifikat)
  • Dokumen pendukung lainnya (misalnya surat keterangan usaha)

Negosiasi Suku Bunga dan Biaya

Beberapa hal yang dapat dinegosiasikan dengan pegadaian meliputi:

  • Suku bunga pinjaman
  • Biaya administrasi
  • Biaya penyimpanan barang jaminan
  • Jangka waktu pinjaman

Lakukan negosiasi dengan sopan dan profesional. Jelaskan kondisi keuangan Anda dan alasan Anda membutuhkan pinjaman.

Untuk mengajukan pinjaman pegadaian, biasanya diperlukan jaminan berupa barang berharga seperti emas atau kendaraan. Nah, jika ingin mencari alternatif lain, ada Kredit Plus yang menawarkan pinjaman tanpa jaminan. Syarat pengajuan pinjaman di Kredit Plus bisa dicek di sini. Umumnya, persyaratannya cukup mudah, seperti memiliki penghasilan tetap dan memenuhi usia minimal tertentu.

Jadi, bagi yang membutuhkan pinjaman cepat tanpa jaminan, Kredit Plus bisa jadi pilihan yang tepat. Kembali ke syarat pengajuan pinjaman pegadaian, pastikan juga untuk memenuhi persyaratan seperti membawa identitas diri dan barang jaminan yang sesuai.

Contoh Studi Kasus Pengajuan Pinjaman Pegadaian yang Berhasil

Untuk memahami proses pengajuan pinjaman pegadaian, mari kita simak studi kasus berikut.

Pak Budi mengajukan pinjaman pegadaian sebesar Rp5.000.000 untuk merenovasi rumahnya. Ia menjaminkan sebuah kalung emas seberat 10 gram yang diperkirakan bernilai Rp6.000.000. Pinjaman tersebut disetujui dan Pak Budi mendapatkan dana yang dibutuhkan.

Faktor yang Berkontribusi pada Keberhasilan Pengajuan

  • Kondisi Barang Jaminan: Kalung emas Pak Budi dalam kondisi baik dan diperkirakan bernilai tinggi, sehingga memenuhi syarat sebagai barang jaminan.
  • Riwayat Kredit: Pak Budi memiliki riwayat kredit yang baik, tidak pernah terlambat membayar tagihan, sehingga meyakinkan pihak pegadaian.
  • Tujuan Penggunaan Dana: Pinjaman yang diajukan Pak Budi digunakan untuk merenovasi rumah, sebuah tujuan yang masuk akal dan dapat diterima pihak pegadaian.

Pelajaran yang Dapat Dipetik

  • Pentingnya Penilaian Barang Jaminan yang Akurat: Pastikan barang jaminan yang diajukan memiliki nilai yang cukup untuk menutupi jumlah pinjaman yang diinginkan.
  • Manfaat Riwayat Kredit yang Baik: Riwayat kredit yang baik meningkatkan peluang pengajuan pinjaman disetujui dan mendapatkan suku bunga yang lebih rendah.
  • Cara Menggunakan Dana Pinjaman Secara Bijaksana: Gunakan dana pinjaman untuk tujuan yang produktif dan hindari menggunakannya untuk hal-hal konsumtif.

Regulasi dan Peraturan

Kegiatan pinjaman pegadaian di Indonesia diatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, memastikan praktik yang adil dan bertanggung jawab.

Lembaga yang mengawasi pegadaian adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang bertugas mengatur dan mengawasi industri keuangan non-bank, termasuk pegadaian.

Hak dan Kewajiban Peminjam

Sebagai peminjam, penting untuk memahami hak dan kewajiban Anda:

  • Hak:Mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap tentang syarat dan ketentuan pinjaman, termasuk suku bunga, biaya, dan jangka waktu.
  • Hak:Mendapatkan perlakuan yang adil dan tidak diskriminatif.
  • Kewajiban:Membayar kembali pinjaman beserta bunganya tepat waktu.
  • Kewajiban:Menyimpan barang jaminan dengan baik dan tidak menggadaikannya di tempat lain.
  • Kewajiban:Mematuhi semua peraturan dan ketentuan yang berlaku terkait pinjaman pegadaian.

Sejarah dan Perkembangan

Syarat pengajuan pinjaman pegadaian

Pinjaman pegadaian telah berkembang pesat selama berabad-abad, memainkan peran penting dalam perekonomian dan menyediakan akses keuangan bagi masyarakat.

Sebelum mengajukan pinjaman pegadaian, pastikan Anda telah memenuhi syarat yang ditentukan, seperti memiliki barang berharga sebagai jaminan. Alternatifnya, Anda dapat mempertimbangkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari CIMB Niaga. Syarat pengajuan KTA CIMB Niaga juga cukup mudah, seperti memiliki penghasilan tetap dan riwayat kredit yang baik.

Setelah memenuhi syarat tersebut, Anda bisa melanjutkan proses pengajuan pinjaman pegadaian atau KTA CIMB Niaga sesuai kebutuhan finansial Anda.

Catatan sejarah menunjukkan adanya praktik pegadaian sejak zaman kuno, seperti di Babilonia dan Yunani Kuno. Di Eropa abad pertengahan, pegadaian menjadi umum dan seringkali dijalankan oleh lembaga keagamaan atau pedagang.

Tokoh Kunci

  • Monte di Piet√† (1462): Lembaga pegadaian pertama yang didirikan di Perugia, Italia, oleh biarawan Fransiskan Bernardino da Feltre.
  • Jacques de Cazes (1687): Pendiri pegadaian modern di Prancis, yang menetapkan prinsip pinjaman tanpa bunga dan periode penebusan yang wajar.

Peran dalam Perekonomian

  • Inklusi Keuangan:Menyediakan akses pinjaman bagi masyarakat yang tidak memiliki akses ke perbankan tradisional.
  • Pertumbuhan Ekonomi:Menopang usaha kecil dan menengah dengan menyediakan modal kerja.

Tren dan Inovasi

  • Digitalisasi:Platform online dan aplikasi seluler memudahkan akses pinjaman pegadaian.
  • Layanan Berbasis Aplikasi:Aplikasi pegadaian memungkinkan penilaian agunan secara jarak jauh dan pencairan pinjaman yang lebih cepat.

Rancang infografis yang menggambarkan proses pengajuan pinjaman pegadaian, termasuk langkah-langkah seperti mengumpulkan dokumen yang diperlukan, penilaian agunan, persetujuan pinjaman, dan pencairan dana.

Infografis yang jelas dan informatif akan sangat membantu pelanggan memahami langkah-langkah pengajuan pinjaman pegadaian. Berikut adalah poin-poin penting yang harus disertakan:

  • Langkah 1: Kumpulkan Dokumen yang Diperlukan
    • Kartu identitas
    • Bukti penghasilan
    • Dokumen agunan
  • Langkah 2: Penilaian Agunan
    • Penilai akan memeriksa dan menilai agunan
    • Nilai agunan akan menentukan jumlah pinjaman yang disetujui
  • Langkah 3: Persetujuan Pinjaman
    • Setelah penilaian, petugas pegadaian akan menyetujui pinjaman
    • Pelanggan akan menerima perjanjian pinjaman
  • Langkah 4: Pencairan Dana
    • Setelah perjanjian ditandatangani, dana pinjaman akan dicairkan
    • Pelanggan dapat menerima dana secara tunai, transfer bank, atau cek

Ulasan Penutup

Mengajukan pinjaman pegadaian dapat menjadi pilihan yang tepat ketika Anda membutuhkan dana cepat. Dengan mempersiapkan dokumen yang diperlukan, memahami jenis agunan yang diterima, dan mengetahui prosedur pengajuan, Anda dapat memaksimalkan peluang Anda untuk mendapatkan pinjaman yang Anda butuhkan. Jadi, jika Anda mempertimbangkan untuk mengajukan pinjaman pegadaian, pastikan untuk melakukan riset dan memahami syarat pengajuannya dengan baik.

Jawaban untuk Pertanyaan Umum

Apa saja jenis agunan yang diterima pegadaian?

Pegadaian menerima berbagai jenis agunan, seperti perhiasan, elektronik, kendaraan, dan barang-barang berharga lainnya.

Berapa biaya yang dikenakan untuk pinjaman pegadaian?

Biaya pinjaman pegadaian bervariasi tergantung pada jumlah pinjaman, jenis agunan, dan jangka waktu pinjaman. Umumnya, ada biaya administrasi, biaya penyimpanan, dan bunga.

Bagaimana cara mengajukan pinjaman pegadaian?

Untuk mengajukan pinjaman pegadaian, Anda perlu mengunjungi kantor pegadaian dan membawa agunan Anda serta dokumen identitas yang valid.